Senin, 20 April 2015

[027] An Naml Ayat 016

««•»»
Surah An Naml 16

وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ
««•»»
wawaritsa sulaymaanu daawuuda waqaala yaa ayyuhaa alnnaasu 'ullimnaa manthiqa alththhayri wauutiinaa min kulli syay-in inna haadzaa lahuwa alfadhlu almubiinu
««•»»
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud {1093}, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".
{1093} Maksudnya Nabi Sulaiman menggantikan kenabian dan kerajaan Nabi Daud a.s. serta mewarisi ilmu pengetahuannya dan kitab Zabur yang diturunkan kepadanya.
««•»»
Solomon inherited from David, and he said, ‘O people! We have been taught the speech of the birds, and we have been given out of everything. Indeed this is a manifest advantage.’
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Sulaiman as, putra Daud menggantikan bapaknya Daud, sebagai Kepala Pemerintahan dan sebagai Rasul Allah. Menurut Ibnu `Atiyyah: "Daud adalah raja dan Rasul Allah, yang diutus Nya kepada Bani Israel jabatan ini dipegang oleh Sulaiman setelah bapaknya itu meninggal dunia. Karena Sulaiman menerima kedua jabatan itu setelah bapaknya meninggal dunia, maka disebutlah dalam ayat ini "Dan Sulaiman telah mewarisi Daud".

Menurut Al-Kalbi: "Nabi Daud mempunyai 19 orang anak laki-laki. Dari anaknya yang 19 itu, hanyalah Sulaiman sendiri yang mewarisi dari bapaknya ilmu pengetahuan dan kesanggupan mengendalikan pemerintahan. Karena itu pulalah beliau yang menggantikan bapaknya (setelah bapaknya meninggal dunia) sebagai Kepala Negara dan kemudian Allah mengangkatnya pula menjadi Rasul.

Menurut Ensiklopedi, Nabi Daud diangkat ,menjadi raja pada tahun 1.002 sebelum Masehi, di waktu beliau berumur 37 tahun ( beliau dilahirkan pada tahun 1.039 sebelum Masehi). Meninggal dunia 962 Sebelum Masehi. Memegang pusat pemerintahan selama 40 tahun, yaitu 7 tahun di Hebron dan 33 tahun di Yarusalem.

Sebelum meninggal beliau menunjuk putranya yang bernama Sulaiman menjadi raja sesudahnya. Beliau meninggal setelah memberikan nasihat-nasihat dan pesan-pesan yang amat berharga kepada Sulaiman, antara lain agar melakukan ibadah kepada Allah, memelihara segala hukum, undang-undang, syariat dan firman Allah, sesuai dengan yang tersebut dalam Taurat Musa dan sebagai tempat beribadah kepada Allah agar Nabi Sulaiman mendirikan sebuah Haikal. Maka setelah Nabi Daud meninggal dunia mulailah Sulaiman memegang tampuk pemerintahan yaitu pada tahun 961 sebelum Masehi.

Sebagai seorang raja dan Nabi, semua nasihat-nasihat dan pesan-pesan Nabi Daud itu dilaksanakan dengan baik, maka stabil dan mantaplah kerajaan di tangannya, sampai beliau meninggal dunia pula, yaitu pada tahun 962 sebelum Masehi. (Lihat Encyclopedia America, Jilid 8, hal. 526 Judul David et Tarikh as Siyasi Oleh Al Ustaz Muhammad Fakhruddin)

Di samping Sulaiman mewarisi kerajaan, ilmu pengetahuan, kenabian dan kitab Zabur dari bapaknya, maka Sulaiman dianugerahi Allah pula dengan beberapa keutamaan yang lain, karena Itu dia bersyukur kepada Allah dengan mengatakan: "Wahai sekalian manusia, Allah SWT telah menganugerahkan kepada kami pengertian dan pengetahuan tentang suara burung dan diberi segala sesuatu yang diperlukan. Sesungguhnya semua benar-benar suatu yang nyata".

Nabi Sulaiman as dengan kekuatan dan kesanggupan yang telah diberikan Allah kepadanya, telah dapat memahami suara-suara binatang-binatang yang lain, selain dari suara burung. Dalam ayat ini dikhususkan menyebutkan bahwa Sulaiman memahami suara burung adalah karena burung adalah tentara khusus Nabi Sulaiman yang mempunyai keistimewaan khusus pula, seperti yang telah dilakukan oleh burung hud-hud.

Sebagaimana diketahui bahwa binatang yang mempunyai suara sebagai bahasa isyarat yang berlaku di antara mereka. Suara-suara itu kedengarannya dalam bentuk dan nada yang bermacam-macam, seperti suara dalam keadaan riang berbeda dengan suara burung dalam keadaan ketakutan. Suara kambing betina yang kehilangan anaknya berlainan dengan suara dikejar atau diterkam binatang buas. Nabi Sulaiman as mengetahui maksud suara-suara binatang itu dengan kekuatan perasaan dan ilmu pengetahuan yang telah dilimpahkan Allah kepadanya.

Menurut Baidawi: "Barangkali Sulaiman, apabila mendengar suara-suara burung, ia mengetahui makna dan maksud suara-suara itu dengan kekuatan perasaan, sesuai dengan maksud burung-burung itu."

Dan diterangkan pula bahwa Allah SWT telah melimpahkan kepada Sulaiman segala macam kesanggupan dan segala sesuatu yang diperlukannya untuk mengendalikan pemerintahan negaranya, sehingga pada masanya itu adalah masa kejayaan Bani Israel.

Sebagian ahli tafsir menafsirkan ayat: "Wa utina min kulli syai'in" (dan diberi segala sesuatu yang diperlukan), maksudnya ialah Allah SWT telah menganugerahkan kepada Sulaiman hikmah harta yang berlipat ganda, kekuatan yang besar dan luas sebagai seorang raja menundukkan jin, manusia, burung dan binatang-binatang yang lain.

Karena nikmat yang telah dilimpahkan Allah itu, maka Nabi Sulaiman as bersyukur kepada Tuhan dengan menyatakan bahwa segala nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya, baik yang berupa pengetahuan, pemberian, keutamaan dan sebagainya adalah suatu keistimewaan yang telah diberikan Allah kepada beliau yang telah melebihkannya dari manusia-manusia yang lain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Sulaiman telah mewarisi Daud) yakni kenabian dan ilmunya tidak kepada putra-putra Nabi Daud yang lainnya (dan dia berkata, "Hai manusia! Kami telah diberi pengertian tentang ucapan burung) yakni ia memahami suara-suaranya dan apa yang dimaksudnya (dan kami diberi segala sesuatu) sebagaimana yang telah diberikan kepada para nabi dan para raja. (Sesungguhnya ini) semua yang diberikan ini (benar-benar satu karunia yang nyata").
««•»»
And Solomon inherited from David, prophethood and knowledge exclusively from among all his other children; and he said, ‘O people, we have been taught the speech of the birds, that is, the ability to understand their sounds, and we have been given of all things, given to prophets and kings. Indeed this, gift, is the manifest, the evident, favour’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar