Senin, 11 Mei 2015

[027] An Naml Ayat 021

««•»»
Surah An Naml 21

لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ
««•»»
lau'adzdzibannahu 'adzaaban syadiidan aw la-adzbahannahu aw laya/tiyannii bisulthaanin mubiinin
««•»»
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".
««•»»
‘I will surely punish him with a severe punishment, or I will surely behead him, unless he brings a clear-cut excuse.’
««•»»

Ayat ini menerangkan ancaman Nabi Sulaiman as kepada burung Hud-hud yang pergi tanpa pamit, waktu ia memeriksa tentaranya, ia berkata: "Seandainya burung Hud-hud kembali nanti, tanpa mengemukakan alasan yang kuat atas kepergiannya dengan tidak ini minta izin itu, maka aku akan menyiksanya dengan mencabut bulu-bulunya, sehingga ia tidak dapat terbang lagi atau akan kusembelih. Salah satu dari dua hukuman itu akan aku laksanakan terhadapnya, agar dapat menjadi pengajaran bagi yang lain yang bertindak seperti burung Hud-hud itu".

Dari ayat ini dipahamkan bahwa jika burung Hud-hud itu dapat mengemukakan alasan-alasan kepergiannya tanpa pamit itu dan alasan-alasan itu dapat diyakini kebenarannya, maka Sulaiman as tidak akan melaksanakan hukuman yang telah diancamkan itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Nabi Sulaiman berkata, ("Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab) yakni hukuman (yang keras) yaitu akan dicabuti bulu-bulu sayap dan ekornya, kemudian akan dicampakkan di tempat yang amat panas, sehingga ia tidak dapat menghindarkan diri dari bahaya binatang melata dan serangga yang akan memakannya (atau aku benar-benar menyembelihnya) yaitu memotong lehernya (atau benar-benar dia datang kepadaku) dapat dibaca Laya`tiyanniy dan Laya`tiynaniy (dengan alasan yang terang") yang menjelaskan alasan ketidakhadirannya.
««•»»
He said, ‘Assuredly I will chastise him with a severe chastisement, by having [all] his feathers as well as his tail plucked and leaving him out in the sun, where he would not be able to escape from reptiles, or I will slaughter him, by slitting his throat, unless he brings me (read la-ya’tiyannī or la-ya’tinannī) a clear warrant’, plain manifest proof for his [having a valid] excuse.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:21

[027] An Naml Ayat 020

««•»»
Surah An Naml 20

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ
««•»»
watafaqqada alththhayra faqaala maa liya laa araa alhudhuda am kaana mina alghaa-ibiina
««•»»
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud {1094}, apakah dia termasuk yang tidak hadir.
{1094} Hud-hud: sejenis burung pelatuk.
««•»»
[One day] he reviewed the birds, and said, ‘Why do I not see the hoopoe? Or is he absent?’
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa pada suatu hari Nabi Sulaiman as memeriksa barisan tentaranya, termasuk di dalamnya tentara burung, tetapi ia tidak melihat burung Hud-hud. Dengan nada marah dan heran ia berkata. "Mengapa aku tidak melihat burung Hud-hud!

Apakah aku tidak melihatnya ataukah burung Hud-hud itu sendiri yang telah pergi tanpa minta izin kepadaku lebih dahulu? Perbuatan itu adalah perbuatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dari ayat ini dipahami sebagai berikut:
  1. Nabi Sulaiman as mempunyai tentara, dan di antaranya terdapat sejenis burung yang bernama burung Hud-hud. Burung Hud-hud termasuk jenis burung pemakan serangga, yaitu sejenis burung pelatuk. Ia mempunyai paruh yang panjang, berjambul di kepalanya, berekor panjang dan berbulu indah beraneka warna. Ia hidup dengan membuat sarang atau lubang pada pohon-pohon kayu yang telah mati.
  2. Nabi Sulaiman selalu memeriksa tentaranya itu , karena itu ia mengetahui tentaranya yang hadir dan yang tidak hadir waktu pemeriksaan itu.
  3. Setiap tentaranya bepergian atau melakukan sesuatu pekerjaan hendaklah mendapat izin dari padanya terlebih dahulu. Jika ada yang melanggar ketentuan ini akan mendapat hukuman dari Sulaiman.
  4. Tentara Sulaiman itu mengikuti segala perintahnya dengan patuh dan tidak pernah ada yang mengingkarinya. Karena itu Sulaiman as merasa heran dan tercengang atas kepergian burung Hud-hud tanpa pamit. Tidak pernah terjadi kejadian seperti yang demikian itu sebelumnya. Karena itu ia mengancam burung Hud-hud dengan hukuman yang berat seandainya nanti burung itu kembali tanpa mengemukakan alasan-alasan yang dapat diterima.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan dia memeriksa burung-burung) untuk mencari burung Hud-hud yang ditugaskan untuk meneliti adanya sumber air di bawah tanah, melalui paruhnya yang ia patuk-patukkan ke tanah yang dimaksud pada saat itu Nabi Sulaiman membutuhkan air untuk salat, ternyata dia tidak melihat burung Hud-hud itu (lalu ia berkata, "Mengapa aku tidak melihat Hud-hud?) apakah gerangan yang menyebabkan hingga aku tidak melihatnya?, coba jelaskan kepadaku ke mana dia? (apakah dia termasuk yang tidak hadir?") Nabi Sulaiman tidak melihatnya karena tidak ada di tempat, setelah terbukti Hud-hud tidak ada.
««•»»
And he reviewed the birds, to see the hoopoe — which would locate water beneath the ground and indicate its location by pecking at it, whereupon the devils would extract it, for Solomon required it for when he prayed; but he could not see him — then he said, ‘Why is it that I do not see the hoopoe?, in other words, is there something preventing me from seeing him? Or is he among the absent?, and so I cannot see him because he is absent?’ And when he became certain [of the hoopoe’s absence],
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:20

[027] An Naml Ayat 019

««•»»
Surah An Naml 19

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
««•»»
fatabassama dahikan min qawlihaa waqaala rabbi awzi'nii an asykura ni'mataka allatii an'amta 'alayya wa'alaa waalidayya wa-an a'mala shaalihan tardaahu wa-adkhilnii birahmatika fii 'ibaadika alshshaalihiina
««•»»
Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
««•»»
Whereat he smiled, amused at its words, and he said, ‘My Lord! Inspire me to give thanks for Your blessing with which You have blessed me and my parents, and that I may do righteous deeds which may please You, and admit me, by Your mercy, among Your righteous servants.’
««•»»

Mendengar perkataan raja semut itu, maka tersenyumlah Sulaiman as, karena raja semut itu mengatakan bahwa Sulaiman as dan tentaranya tidak bermaksud membinasakan mereka dan berbuat jahat, dan dikatakan pula oleh raja semut itu, bahwa seandainya ada di antara semut-semut itu terpijak oleh Sulaiman dan tentaranya, maka hal itu bukanlah sengaja dilakukannya, tetapi adalah karena Sulaiman dan tentaranya tidak melihat mereka, karena tubuh mereka amat kecil.

Atas rahmat dan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya berupa kesanggupan memahami percakapan raja semut itu, dan adanya semacam anggapan baik dari raja semut terhadap Sulaiman dan balatentaranya, maka Sulaiman berdoa kepada Allah SWT: "Wahai Tuhanku Yang Pemberi Rahmat, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang terus menerus mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan jadikanlah aku sebagai seorang hamba Mu yang selalu mengerjakan amal-amal saleh yang Engkau ridai, dan jadikanlah aku orang yang berkeinginan mengerjakan amal saleh itu, dan bila aku meninggal dunia, masukkanlah aku dalam surga bersama-sama orang-orang yang saleh yang Engkau masukkan ke dalamnya dengan rahmat Mu".

Dari doa Nabi Sulaiman itu dipahami bahwa yang diminta oleh Sulaiman kepada Allah SWT ia">ah kebahagiaan yang abadi di akhirat nanti. Sekalipun Allah telah melimpahkan beraneka ragam kesenangan dan kekuasaan duniawi kepadanya, namun ia tidak terpesona dengan kekuasaan dan kesenangan duniawi itu, karena ia telah yakin bahwa kesenangan duniawi itu, adalah kesenangan yang sementara sifatnya yang tidak kekal.

Sikap Nabi Sulaiman as di waktu menerima nikmat Allah itu, adalah sikap yang harus dicontoh dan dijadikan suri teladan oleh setiap kaum Muslimin, jangan sekali-kali bersikap mengingkari nikmat Allah itu. Berdoa dan bersyukurlah kepada Allah pada setiap menemui nikmat Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka tersenyum) Nabi Sulaiman pada permulaannya (tertawa) pada akhirnya (karena mendengar perkataan semut itu) dia telah mendengarnya walaupun jaraknya masih jauh yakni tiga mil, kemudian suara itu dibawa oleh angin. Nabi Sulaiman menahan bala tentaranya sewaktu mereka hampir sampai ke lembah semut, sambil menunggu supaya semut-semut itu memasuki sarang-sarangnya terlebih dahulu. Bala tentara Nabi Sulaiman dalam perjalanan ini ada yang menaiki kendaraan dan ada pula yang berjalan kaki (dan dia berdoa, "Ya Rabbku! Berilah aku) berilah aku ilham (untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan) nikmat-nikmat itu (kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang Saleh") yakni para Nabi dan para Wali.
««•»»
Whereat he, Solomon, smiled (fa-tabassama, the beginning [of the sentence]) amused (dāhikan, the end [of the sentence]) at its words, which he had heard from three miles away and which was carried to him by the winds. When he was on the verge of [entering] their valley, he [Solomon] made his hosts halt until they [the ants] had entered their dwellings — on this journey his hosts consisted of cavalry and infantry. And he said, ‘My Lord, inspire me to be thankful for Your grace with which You have favoured me and my parents, and to do good that will please You, and include me, by Your mercy, among Your righteous servants’, the prophets and saints.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:19