Jumat, 07 Agustus 2015

[027] An Naml Ayat 031

««•»»
[027] An Naml Ayat 031
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 30][AYAT 32]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
31of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=31&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:31

[027] An Naml Ayat 030

««•»»
Surah An Naml 30

إِنَّهُ مِن سُلَيمانَ وَإِنَّهُ بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
««•»»
innahu min sulaymaana wa-innahu bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
««•»»
It is from Solomon, and it begins in the name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.
««•»»

Setelah ratu Balqis membawa surat Nabi Sulaiman as yang dicampakkan burung Hud-hud itu, iapun mengumpulkan pemuka-pemuka kaumnya dan mengadakan persidangan. Dalam persidangan itu ratu Balqis menyampaikan isi surat tersebut dan meminta pertimbangan kepada yang hadir: "Wahai pemimpin kaumku, bahwasanya aku telah menerima surat yang mulia yang dikirimkan oleh seseorang yang mulia pula."

Dalam ayat ini diterangkan bahwa ratu Balqis merundingkan dan memusyawarahkan isi surat Sulaiman dengan pemuka-pemuka kaumnya. Sekalipun yang melakukan permusyawaratan itu adalah ratu Balqis dan pemuka-pemuka kaumnya yang belum beriman, tetapi tindakan ratu Balqis itu disebut Allah dalam firman Nya. Ratu ini menunjukkan bahwa prinsip musyawarah itu adalah prinsip yang diajarkan Allah kepada manusia dalam menghadapi persoalan-persoalan yang mereka alami dalam kehidupan mereka. Karena itu siapapun yang melakukannya, maka tindakan itu adalah tindakan yang dipuji Allah.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa surat Sulaiman yang dikirimkan kepada ratu Balqis itu disebut "Kitabun karim" (surat yang berharga). Biasanya perkataan "karim" itu digandengkan dengan perkataan "Alquran", atau perkataan-perkataan yang lain berarti Alquran seperti "Alquranul karim". Hal ini menunjukkan bahwa surat Nabi Sulaiman itu adalah surat yang mulia dan berharga karena:
  1. Surah itu ditulis dalam bahasa yang baik, dan pakai stempel.
  2. Surah itu berasal dari Sulaiman, sebagai seorang raja dan sebagai seorang Nabi.
  3. Dimulai dengan "Bismillahir Rahmanir Rahim".
Menurut suatu riwayat: Surah Sulaiman ini adalah surat yang pertama kali dimulai dengan "Bismillahirrahmiirrahim".

Cara membuat surat seperti cara yang dilakukan Nabi Sulaiman ini adalah cara yang baik dicontoh oleh setiap kaum Muslimin pada setiap mereka membuat surat, yaitu memulainya dengan "Bismillahirrahmanirrahim".

Dalam surat itu ada beberapa hari yang merupakan keistimewaan surat Sulaiman itu, di antaranya ialah:
  1. Surah itu dapat disampaikan burung Hud-hud dalam waktu yang singkat kepada ratu Balqis.
  2. Kesanggupan burung Hud-hud menerima pesan menangkap pembicaraan dalam perundingan ratu Balqis dengan pembesar-pembesarnya.
  3. Surah itu dapat pula dimengerti dan dipahami oleh penduduk negeri Saba'.
  4. Para utusan pemuka kaum Balqis dapat menyatakan pendapat mereka dengan bebas, tidak ada sesuatupun yang menghalangi mereka mengemukakan pendapat masing-masing sehingga hasil perundingan itu adalah hasil yang sesuai dengan pikiran dan pendapat rakyat negeri Saba'.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Sesungguhnya surah itu dari Sulaiman dan sesungguhnya isinya) kandungan isi surah itu, (`Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).
««•»»
It is from Solomon and lo! it is, in other words, its text says: “In the Name of God, the Compassionate, the Merciful.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 29][AYAT 31]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
30of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=30&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:30

[027] An Naml Ayat 029

««•»»
Surah An Naml 29

قالَت يا أَيُّهَا المَلَأُ إِنّي أُلقِيَ إِلَيَّ كِتابٌ كَريمٌ
««•»»
qaalat yaa ayyuhaa almalau innii ulqiya ilayya kitaabun kariimun
««•»»
Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.
««•»»
She said, ‘O [members of the] elite! Indeed a noble letter has been delivered to me.
««•»»

Setelah ratu Balqis membawa surat Nabi Sulaiman as yang dicampakkan burung Hud-hud itu, iapun mengumpulkan pemuka-pemuka kaumnya dan mengadakan persidangan. Dalam persidangan itu ratu Balqis menyampaikan isi surat tersebut dan meminta pertimbangan kepada yang hadir: "Wahai pemimpin kaumku, bahwasanya aku telah menerima surat yang mulia yang dikirimkan oleh seseorang yang mulia pula."

Dalam ayat ini diterangkan bahwa ratu Balqis merundingkan dan memusyawarahkan isi surat Sulaiman dengan pemuka-pemuka kaumnya. Sekalipun yang melakukan permusyawaratan itu adalah ratu Balqis dan pemuka-pemuka kaumnya yang belum beriman, tetapi tindakan ratu Balqis itu disebut Allah dalam firman Nya. Ratu ini menunjukkan bahwa prinsip musyawarah itu adalah prinsip yang diajarkan Allah kepada manusia dalam menghadapi persoalan-persoalan yang mereka alami dalam kehidupan mereka. Karena itu siapapun yang melakukannya, maka tindakan itu adalah tindakan yang dipuji Allah.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa surat Sulaiman yang dikirimkan kepada ratu Balqis itu disebut "Kitabun karim" (surat yang berharga). Biasanya perkataan "karim" itu digandengkan dengan perkataan "Alquran", atau perkataan-perkataan yang lain berarti Alquran seperti "Alquranul karim". Hal ini menunjukkan bahwa surat Nabi Sulaiman itu adalah surat yang mulia dan berharga karena:
  1. Surah itu ditulis dalam bahasa yang baik, dan pakai stempel.
  2. Surah itu berasal dari Sulaiman, sebagai seorang raja dan sebagai seorang Nabi.
  3. Dimulai dengan "Bismillahir Rahmanir Rahim".
Menurut suatu riwayat: Surah Sulaiman ini adalah surat yang pertama kali dimulai dengan "Bismillahirrahmiirrahim".

Cara membuat surat seperti cara yang dilakukan Nabi Sulaiman ini adalah cara yang baik dicontoh oleh setiap kaum Muslimin pada setiap mereka membuat surat, yaitu memulainya dengan "Bismillahirrahmanirrahim".

Dalam surat itu ada beberapa hari yang merupakan keistimewaan surat Sulaiman itu, di antaranya ialah:
  1. Surah itu dapat disampaikan burung Hud-hud dalam waktu yang singkat kepada ratu Balqis.
  2. Kesanggupan burung Hud-hud menerima pesan menangkap pembicaraan dalam perundingan ratu Balqis dengan pembesar-pembesarnya.
  3. Surah itu dapat pula dimengerti dan dipahami oleh penduduk negeri Saba'.
  4. Para utusan pemuka kaum Balqis dapat menyatakan pendapat mereka dengan bebas, tidak ada sesuatupun yang menghalangi mereka mengemukakan pendapat masing-masing sehingga hasil perundingan itu adalah hasil yang sesuai dengan pikiran dan pendapat rakyat negeri Saba'.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Selanjutnya (Ia berkata) yakni ratu Balqis kepada pemuka pemuka kaumnya, ("Hai pembesar-pembesar! Sesungguhnya aku) dapat dibaca Al Mala-u Inni dan Al Mala-u winni, yakni bacaan secara Tahqiq dan Tas-hil (telah dijatuhkan kepadaku sebuah surah yang mulia) yakni surah yang berstempel.
««•»»
Then, she said, to the noblemen of her people: ‘O [members of the] council, lo! (read yā ayyuhā’l-mala’u innī, pronouncing [in the last two words] both hamzas; or by not pronouncing the second one and changing it into a wāw with kasra vowelling) a noble, a sealed, letter has been delivered to me.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 28][AYAT 30]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
29of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=29&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:29

[027] An Naml Ayat 028

««•»»
Surah An Naml 28

اذْهَبْ بِكِتَابِي هَذَا فَأَلْقِهِ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ
««•»»
idzhab bikitaabii haadzaa fa-alqih ilayhim tsumma tawalla 'anhum faunzhur maatsaa yarji'uuna
««•»»
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan".
««•»»
Take this letter of mine and deliver it to them. Then draw away from them and observe what [response] they return.’
««•»»

Untuk menguji kebenaran burung Hud-hud itu Nabi Sulaiman as memerintahkan agar burung Hud-hud itu menyampaikan suratnya kepada ratu Balqis itu, serta memperhatikan bagaimana reaksi dan sikap ratu Balqis membaca surat yang dibawanya itu.

Hud-hud pun membawa surat Nabi Sulaiman as itu. Setelah ia melemparkan surat itu kepada ratu Balqis, lalu ia bersembunyi dan memperhatikan sikapnya terhadap isi surat itu, sesuai dengan yang diperintahkan Sulaiman as.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

("Pergilah membawa surahku ini, lalu jatuhkan kepada mereka) kepada ratu Balqis dan kaumnya (kemudian berpalinglah) pergilah (dari mereka) dengan tidak terlalu jauh dari mereka (lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.") yakni, jawaban atau reaksi apakah yang bakal mereka lakukan. Kemudian burung Hud-hud membawa surah itu lalu mendatangi ratu Balqis yang pada waktu itu berada di tengah-tengah bala tentaranya. Kemudian burung Hud-hud menjatuhkan surah Nabi Sulaiman itu ke pangkuannya. Ketika ratu Balqis membaca surah tersebut, tubuhnya gemetar dan lemas karena takut, kemudian ia memikirkan isi surah tersebut.
««•»»
Take this letter of mine and deliver it to them, that is, to Bilqīs and her people, then turn away, withdraw, from them, but remain close by them, and see what [response] they shall return’, [and see] what kind of response they shall give. Thus, he took it and approached her [Bilqīs]. But as her soldiers were all around her, he cast it into her private chamber. When she saw it, she shuddered and was consumed by fear. She read what it said.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 27][AYAT 29]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
28of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=28&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:28

[027] An Naml Ayat 027

««•»»
Surah An Naml 27

قَالَ سَنَنْظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْكَاذِبِينَ
««•»»
qaala sananzhuru ashadaqta am kunta mina alkaadzibiina
««•»»
Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.
««•»»
He said, ‘We shall see whether you are truthful, or if you are one of the liars.’
««•»»

Mendengar keterangan burung Hud-hud yang jelas dan meyakinkan itu, maka Nabi Sulaiman as menangguhkan hukumannya yang telah dinyatakan itu, dan mengatakan kepada burung Hud-hud: "Hai burung Hud-hud, kami telah mendengar semua keterangan-keteranganmu dan memperhatikannya. Dalam pada itu kami tetap akan menguji kamu, apakah keterangan yang kamu berian itu adalah benar atau dusta?".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Berkatalah) Nabi Sulaiman kepada burung Hud-hud ("Akan kami lihat, apakah kamu benar) di dalam berita yang kamu sampaikan kepada kami ini (ataukah kamu termasuk yang berdusta") yakni kamu termasuk satu di antara mereka. Ungkapan ini jauh lebih sopan daripada seandainya dikatakan, "Ataukah kamu berdusta dalam hal ini". Kemudian burung Hud-hud menunjukkan sumber air itu kepada mereka lalu dikeluarkan airnya; mereka meminumnya sehingga menjadi segar kembali, mereka berwudu, lalu melakukan salat. Sesudah itu Nabi Sulaiman menulis surah kepada ratu Balqis yang bunyinya seperti berikut, "Dari hamba Allah, Sulaiman ibnu Daud kepada ratu Balqis, ratu negeri Saba. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk. Amma Ba`du, Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". Setelah itu Nabi Sulaiman menuliskannya dengan minyak kesturi lalu dicapnya dengan cincinnya. Maka berkatalah ia kepada burung Hud-hud,
««•»»
He, Solomon, said, to the hoopoe: ‘We shall see whether you have spoken the truth, in what you have informed us, or whether you are of the liars, that is, of their ilk — for [to say] that is rhetorically more powerful than [simply] saying ‘or whether you have lied’. He [the hoopoe] indicated to them the place of the water and it was extracted. They thus drank, performed their ablutions and prayed. Solomon then composed a letter in the following form: ‘From the servant of God, Solomon son of David, to Bilqīs, Queen of Sheba. In the Name of God, the Compassionate, the Merciful: Peace be upon those who follow Guidance. To wit: do not rise up against me [in defiance], but come to me in submission’. He then stamped it with musk and sealed it with his ring, and said to the hoopoe:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 26][AYAT 28]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
27of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=27&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:27

Minggu, 21 Juni 2015

[027] An Naml Ayat 026

««•»»
Surah An Naml 26

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
««•»»
allaahu laa ilaaha illaa huwa rabbu al'arsyi al'azhiimi
««•»»
Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar".
««•»»
Allah—there is no god except Him— is the Lord of the Great Throne.’
««•»»

Selanjutnya Hud-hud mengatakan bahwa, sebenarnya Allah lah yang berhak disembah. Dialah yang mempunyai `Arasy yang besar, mempunyai kekuasaan yang mutlak, tak ada sesuatupun yang dapat mengatasinya.

Nabi Sulaiman as heran dan tercengang mendengar keterangan dan tanggapan burung Hud-hud itu. Kenapa burung itu sanggup dalam waktu yang singkat mengetahui keadaan negeri Saba', tata cara pemerintahannya, kekayaan dan pengaruhnya, dan mengetahui pula agama yang mereka anut. Burung Hud-hud juga tahu dan meyakini kekuasaan dan keesaan Allah, mengikuti bahwa Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah semata, tidak ada yang lain. Menyembah matahari adalah kepercayaan yang batil, dan mengakui pula macam perbuatan yang baik menurut agama dan perbuatan yang tidak baik. Dari ayat ini dipahami bahwa berdasar pengetahuan dan pengalamannya di negeri Saba' itu, seakan-akan burung Hud-hud itu menganjurkan kepada Nabi Sulaiman as agar beliau segera menyeru ratu Balqis dan rakyatnya untuk beriman kepada Allah dan mengikuti seruan Nabi Sulaiman as.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Allah, tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan hanya Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang besar") ayat ini merupakan jumIah Isti`naf, dimaksud sebagai pujian yang menyangkut pula di dalamnya sebutan Arasy Tuhan Yang Maha Penyayang sebagai imbangan dari arasy ratu Balqis, sekalipun perbedaan antara keduanya jauh sekali.
««•»»
God — there is no god except Him, the Lord of the Mighty Throne’ (this clause constitutes an [independent] new sentence, which is a eulogy comprising [praise of] the Throne of the Compassionate One to counter the [description of the] throne of Bilqīs: between the two, however, is an unfathomable difference).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:26

[027] An Naml Ayat 025

««•»»
Surah An Naml 25

أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ
««•»»
allaa yasjuduu lillaahi alladzii yukhriju alkhaba-a fii alssamaawaati waal-ardhi waya'lamu maa tukhfuuna wamaa tu'linuuna
««•»»
Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi  1097  dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
««•»»
so that they do not prostrate themselves to Allah, who brings out the hidden in the heavens and the earth, and He knows whatever you hide and whatever you disclose.
««•»»

Setan telah dapat memalingkan mereka, sehingga hilanglah keyakinan dan kepercayaan akan kekuasaan dan keesaan Allah. Hilanglah dari pikiran mereka bahwa hanya Allah saja yang berhak disembah. Mereka tidak lagi mempercayai bahwa Allah mengetahui segala yang tersembunyi di langit dan di bumi, dan bahwa Dialah Allah yang melahirkan dan menimbulkan segala sesuatu, seperti tumbuh-tumbuhan, barang-barang logam yang tersembunyi di dalam bumi dan di dalam laut.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Agar mereka tidak menyembah Allah), ditambahkan An pada la yasjudu kemudian An di-idgamkan kepada la sehingga menjadi Alla Yasjudu perihalnya sama dengan lafal yang terdapat di dalam firman-Nya, `Lialla Ya`lama Ahlul Kitabi.` Bentuk asalnya La Ya`lama lalu ditambah An dan sebelum itu lam Ta`lil. Kedudukan Alla Yasjudu menjadi Maf`ul secara Mahal dari lafal Yahtaduna, yaitu dengan menggugurkan huruf Ila (Yang mengeluarkan apa yang terpendam) lafal Al Khab-a adalah Mashdar, yang maknanya apa-apa yang terpendam di dalam hujan dan tumbuh-tumbuhan (di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kalian sembunyikan) di dalam kalbu kalian (dan apa yang kalian nyatakan) melalui perkataan kalian.
««•»»
to prostrate themselves to God (allā yasjudū should be read as an yasjudū: the lā is extra and with it has been assimilated the nūn of an, similar to [the construction] where God says, li-allā ya‘lama ahlu’l-kitābi, so that the People of the Scripture may know [Q. 57:29]; the sentence functions as the direct object of yahtadūna, ‘guided’, whose ilā, ‘to’, has been omitted); [He] Who brings forth the hidden (al-khab’ is a verbal noun, with the same meaning as al-makhbū’, ‘that which is hidden’) of rain and plants, in the heavens and the earth, and He knows what they conceal, within their hearts, and what they proclaim, with their tongues.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:25