Minggu, 21 Juni 2015

[027] An Naml Ayat 025

««•»»
Surah An Naml 25

أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ
««•»»
allaa yasjuduu lillaahi alladzii yukhriju alkhaba-a fii alssamaawaati waal-ardhi waya'lamu maa tukhfuuna wamaa tu'linuuna
««•»»
Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi  1097  dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
««•»»
so that they do not prostrate themselves to Allah, who brings out the hidden in the heavens and the earth, and He knows whatever you hide and whatever you disclose.
««•»»

Setan telah dapat memalingkan mereka, sehingga hilanglah keyakinan dan kepercayaan akan kekuasaan dan keesaan Allah. Hilanglah dari pikiran mereka bahwa hanya Allah saja yang berhak disembah. Mereka tidak lagi mempercayai bahwa Allah mengetahui segala yang tersembunyi di langit dan di bumi, dan bahwa Dialah Allah yang melahirkan dan menimbulkan segala sesuatu, seperti tumbuh-tumbuhan, barang-barang logam yang tersembunyi di dalam bumi dan di dalam laut.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Agar mereka tidak menyembah Allah), ditambahkan An pada la yasjudu kemudian An di-idgamkan kepada la sehingga menjadi Alla Yasjudu perihalnya sama dengan lafal yang terdapat di dalam firman-Nya, `Lialla Ya`lama Ahlul Kitabi.` Bentuk asalnya La Ya`lama lalu ditambah An dan sebelum itu lam Ta`lil. Kedudukan Alla Yasjudu menjadi Maf`ul secara Mahal dari lafal Yahtaduna, yaitu dengan menggugurkan huruf Ila (Yang mengeluarkan apa yang terpendam) lafal Al Khab-a adalah Mashdar, yang maknanya apa-apa yang terpendam di dalam hujan dan tumbuh-tumbuhan (di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kalian sembunyikan) di dalam kalbu kalian (dan apa yang kalian nyatakan) melalui perkataan kalian.
««•»»
to prostrate themselves to God (allā yasjudū should be read as an yasjudū: the lā is extra and with it has been assimilated the nūn of an, similar to [the construction] where God says, li-allā ya‘lama ahlu’l-kitābi, so that the People of the Scripture may know [Q. 57:29]; the sentence functions as the direct object of yahtadūna, ‘guided’, whose ilā, ‘to’, has been omitted); [He] Who brings forth the hidden (al-khab’ is a verbal noun, with the same meaning as al-makhbū’, ‘that which is hidden’) of rain and plants, in the heavens and the earth, and He knows what they conceal, within their hearts, and what they proclaim, with their tongues.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar