Minggu, 21 Juni 2015

[027] An Naml Ayat 026

««•»»
Surah An Naml 26

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
««•»»
allaahu laa ilaaha illaa huwa rabbu al'arsyi al'azhiimi
««•»»
Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar".
««•»»
Allah—there is no god except Him— is the Lord of the Great Throne.’
««•»»

Selanjutnya Hud-hud mengatakan bahwa, sebenarnya Allah lah yang berhak disembah. Dialah yang mempunyai `Arasy yang besar, mempunyai kekuasaan yang mutlak, tak ada sesuatupun yang dapat mengatasinya.

Nabi Sulaiman as heran dan tercengang mendengar keterangan dan tanggapan burung Hud-hud itu. Kenapa burung itu sanggup dalam waktu yang singkat mengetahui keadaan negeri Saba', tata cara pemerintahannya, kekayaan dan pengaruhnya, dan mengetahui pula agama yang mereka anut. Burung Hud-hud juga tahu dan meyakini kekuasaan dan keesaan Allah, mengikuti bahwa Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah semata, tidak ada yang lain. Menyembah matahari adalah kepercayaan yang batil, dan mengakui pula macam perbuatan yang baik menurut agama dan perbuatan yang tidak baik. Dari ayat ini dipahami bahwa berdasar pengetahuan dan pengalamannya di negeri Saba' itu, seakan-akan burung Hud-hud itu menganjurkan kepada Nabi Sulaiman as agar beliau segera menyeru ratu Balqis dan rakyatnya untuk beriman kepada Allah dan mengikuti seruan Nabi Sulaiman as.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Allah, tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan hanya Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang besar") ayat ini merupakan jumIah Isti`naf, dimaksud sebagai pujian yang menyangkut pula di dalamnya sebutan Arasy Tuhan Yang Maha Penyayang sebagai imbangan dari arasy ratu Balqis, sekalipun perbedaan antara keduanya jauh sekali.
««•»»
God — there is no god except Him, the Lord of the Mighty Throne’ (this clause constitutes an [independent] new sentence, which is a eulogy comprising [praise of] the Throne of the Compassionate One to counter the [description of the] throne of Bilqīs: between the two, however, is an unfathomable difference).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:26

Tidak ada komentar:

Posting Komentar