««•»»الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
««•»»
alladziina yuqiimuuna alshshalaata wayu/tuuna alzzakaata wahum bial-aakhirati hum yuuqinuuna
««•»»
(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
««•»»
—those who maintain the prayer and pay the zakāt, and who are certain of the Hereafter.
««•»»
Di antara sifat-sifat orang-orang mukmin yang tersebut dalam ayat ini adalah:
- Mendirikan salat, yaitu mengerjakan dan menunaikan salat wajib dengan menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, sesuai dengan yang diperintahkan Allah dalam ajaran-Nya. Salat dikerjakan dengan segala ketulusan hati, disertai dengan kekhusyukan dan merendahkan diri kepada Allah. Salat dapat mencegah perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar, dan menghilangkan sifat-sifat jiwa yang negatif. Salat merupakan unsur takwa yang mutlak di samping iman kepada yang gaib. Kekhusyukan dalam mendirikan salat menjadi salah satu syarat bagi orang mukmin yang sejati. Kedudukan salat dalam Islam antara lain: [a] Salat tiang agama Islam yang berarti, tanpa salat amal-amal baik tidak akan diperhatikan dan agama itu akan runtuh. [b] Salat adalah kewajiban pertama dari Allah sebelum kewajiban-kewajiban ibadah lainnya dan perintah wajib ini diterima langsung oleh Nabi Muhammad tanpa perantara malaikat Jibril as sebagaimana yang disebutkan dalam kisah Israk dan mikraj. [c] Salat merupakan amal yang pertama-tama dihitung (dihisab) pada hari Kiamat nanti. Kalau baik amal salatnya, maka amal-amal lainnya ikut baik. Demikian pula sebaliknya, kalau amal salatnya rusak, maka amal lainnya ikut rusak.
- Menunaikan zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima. Membayar zakat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, adalah kewajiban yang tidak sama dengan kewajiban menjalankan salat lima kali sehari semalam. Abu Bakar sebagai khalifah pertama setelah Nabi Muhammad wafat, telah memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat atas dasar mereka membedakan antara salat dan zakat, padahal zakat itu merupakan suatu kewajiban yang berhubungan dengan harta. Dengan zakat, orang-orang mukmin membersihkan jiwa mereka dari sifat-sifat kikir dan tamak yang keduanya dapat menimbulkan fitnah (keonaran) karena harta. Harta adalah rezeki dari Allah yang wajib disyukuri dengan menunaikan zakat, sebagai pembersih dari harta tersebut. Karena pada harta tersebut ada bagian yang menjadi haknya orang-orang ini skin. Bagi orang-orang ini skin zakat dapat membersihkan jiwa mereka dari sifat-sifat dengki dan iri hati atas orang-orang yang kaya. Dengan demikian hubungan baik antara si kaya dan si ini skin dalam masyarakat akan tetap terjaga terutama segi sosialnya.
- Yakin akan adanya hari akhirat, maksudnya ialah yakin akan adanya hidup setelah mati yang pada waktu itu semua orang akan kembali menghadap Allah untuk diperhitungkan amal-amal baik dan jeleknya dan akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang setimpal. Dengan demikian, setiap manusia akan mempertanggungjawabkan segala apa yang diperbuatnya selama hidup di dunia. Dan ini berarti bahwa manusia diciptakan Allah di dunia bukanlah sia-sia belaka.
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami.
(QS. Al-Mu'minun [23]:115)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Yaitu orang-orang yang mendirikan salat) yakni menunaikannya sesuai dengan ketentuan-ketentuannya (dan menunaikan) memberikan (zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat) artinya mereka mengetahui melalui dalil-dalil Alquran. Hum diulang karena antara Hum yang pertama dengan Khabarnya ada pemisah.
««•»»
those who observe prayer, performing it in the way that it should be [performed], and give alms and who are certain of the Hereafter, knowing it [to be true] through the [many] proofs thereof (hum, ‘they’, is repeated because a separation has taken place between it [the first hum] and the predicate [yūqinūna]).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#27:3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar