
««•»»
Surah An Naml 4
إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ
««•»»
inna alladziina laa yu/minuuna bial-aakhirati zayyannaa lahum a'maalahum fahum ya'mahuuna
««•»»
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).
««•»»
As for those who do not believe in the Hereafter, We have made their deeds seem decorous to them, and so they are bewildered.
««•»»
Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, ialah mereka yang tidak yakin akan adanya hari kiamat tidak yakin bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah setelah mati, dan dibangkitkan kembali pada hari pembangkitan, tidak percaya akan adanya pahala sebagai balasan amal baik dan siksa sebagai balasan amal jelek.
Mereka hidup di dunia tanpa mengekang hawa nafsu, dan amat cinta kepada kelezatan, seakan-akan memang demikian itulah hidup di dunia dan merupakan kesempatan baik untuk itu. Mereka tidak mengenal halal dan haram, serta tidak memikirkan tanggung jawab di akhirat. Segala tingkah laku tersebut mereka anggap baik. Mengikuti hawa nafsu berarti mengikuti ajaran-ajaran setan yang sesat lagi menyesatkan. Maka merekapun hidup dan bergelimang dalam kesesatan. Hal ini adalah balasan bagi mereka karena keingkarannya itu.
Surah An Naml 4
إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ
««•»»
inna alladziina laa yu/minuuna bial-aakhirati zayyannaa lahum a'maalahum fahum ya'mahuuna
««•»»
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).
««•»»
As for those who do not believe in the Hereafter, We have made their deeds seem decorous to them, and so they are bewildered.
««•»»
Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, ialah mereka yang tidak yakin akan adanya hari kiamat tidak yakin bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah setelah mati, dan dibangkitkan kembali pada hari pembangkitan, tidak percaya akan adanya pahala sebagai balasan amal baik dan siksa sebagai balasan amal jelek.
Mereka hidup di dunia tanpa mengekang hawa nafsu, dan amat cinta kepada kelezatan, seakan-akan memang demikian itulah hidup di dunia dan merupakan kesempatan baik untuk itu. Mereka tidak mengenal halal dan haram, serta tidak memikirkan tanggung jawab di akhirat. Segala tingkah laku tersebut mereka anggap baik. Mengikuti hawa nafsu berarti mengikuti ajaran-ajaran setan yang sesat lagi menyesatkan. Maka merekapun hidup dan bergelimang dalam kesesatan. Hal ini adalah balasan bagi mereka karena keingkarannya itu.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka) yang buruk, yaitu dengan membarakan nafsu syahwat mereka, lalu hal itu mereka pandang baik (maka mereka bergelimang) merasa kebingungan di dalamnya, sebab hal itu dianggap buruk oleh kita.
««•»»
Truly those who do not believe in the Hereafter, We have adorned their, vile, deeds for them, by making such [deeds] seem sensuous so that they then deem them wholesome, and so they are bewildered, confused about why We deem these [deeds] to be vile.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 3]•[AYAT 5]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#27:4

Tidak ada komentar:
Posting Komentar