««•»»إِلّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسنًا بَعدَ سوءٍ فَإِنّي غَفورٌ رَحيمٌ
««•»»
illaa man zhalama tsumma baddala husnan ba'da suu-in fa-innii ghafuurun rahiimun
««•»»
Tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka seaungguhnya Aku Maha Pangampun lagi Maha Penyayang.
««•»»
barring someone who does wrong and then makes up with goodness for [his] fault, for indeed I am all-forgiving, all-merciful.’
««•»»
Ayat ini adalah rentetan pembicaraan langsung antara Allah dan Musa di lembah suci Thuwa. Setelah Musa diangkat sebagai Nabi dan Rasul, Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkat yang dipegang tangan kanannya.
Ketika tongkat itu dilemparkan, Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor Jann, yaitu sejenis ular yang sangat gesit geraknya. Berubahlah tongkat itu menjadi ular. Tidak terlintas di hati Musa sedikitpun bahwa tongkatnya itu akan berubah menjadi ular, padahal dengan tongkat itu Musa dapat mengambil manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai penggembala kambing.
Hal ini dinyatakan Allah dalam firman-Nya:
قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَى غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَآرِبُ أُخْرَى
Musa berkata: "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya".
(QS. Thahaa [20]:18)
Ketika Musa melihat tongkatnya menjadi ular, dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh, karena merasa sangat takut.
Mengetahui hal demikian itu, Allah memanggil Musa agar jangan takut kepada ular, karena sesungguhnya orang yang diangkat jadi Rasul tidak patut takut di hadapan Allah.
Seruan Allah agar jangan takut ini didahului dengan perintah datang ke hadapan-Nya dan dijamin keamanannya.
Maka Allah menegaskan dengan firman-Nya:
يَا مُوسَى أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ
Hai Musa datanglah kepada-Ku, dan janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman
(QS. Al Qasas [28:31)
Selain itu, disuruh Nya Musa memegang ular itu, agar kembali menjadi tongkat lagi. Firman Allah SWT:
قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الْأُولَى
Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula.
(QS. Thahaa [20]:21)
Ini merupakan mukjizat yang pertama bagi Musa.
Adapun orang takut kepada Allah ialah orang-orang yang berbuat zalim, yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Zalim berupa, zalim terhadap diri sendiri, zalim terhadap orang lain, demikian pula terhadap makhluk-makhluk Allah lain.
Orang yang sungguh-sungguh bertobat kepada Allah, tidak akan berbuat zalim lagi, kemudian mengiringinya dengan perbuatan baik, tidak perlu takut menghadapi Allah SWT. Hal ini merupakan kabar gembira bagi mereka dan juga bagi seluruh umat manusia, sebagaimana perilaku para tukang sihir Firaun yang beriman kepada Musa sebagai utusan Allah. Siapa saja yang berbuat dosa, kemudian menghentikan diri dari perbuatan-perbuatan tersebut dan bertobat kepada Allah, maka Allah akan menerima tobatnya.
Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
(QS. Thahaa [20]:82)
Dan firman-Nya lagi:
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. An Nisa [4]:110)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Tetapi) (orang-orang yang berlaku zalim) berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri (kemudian menggantinya dengan kebaikan) yang ia lakukan (sesudah keburukannya itu) bertobat daripadanya (maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) menerima tobatnya dan mengampuninya
««•»»
except him who has wronged, his soul, but then changed [his wrong] for good — he [then] performs [good deeds] — after [having done] evil, in other words, [he has] repented, then truly I am Forgiving, Merciful, I will accept his repentance and forgi
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 10]•[AYAT 12]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#27:11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar