««•»»وَأَلقِ عَصاكَ ۚ فَلَمّا رَآها تَهتَزُّ كَأَنَّها جانٌّ وَلّىٰ مُدبِرًا وَلَم يُعَقِّب ۚ يا موسىٰ لا تَخَف إِنّي لا يَخافُ لَدَيَّ المُرسَلونَ
««•»»
wa-alqi 'ashaaka falammaa raaahaa tahtazzu ka-annahaa jaannun wallaa mudbiran walam yu'aqqib yaa muusaa laa takhaf innii laa yakhaafu ladayya almursaluuna
««•»»
Dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.
««•»»
‘Throw down your staff!’ And when he saw it wriggling, as if it were a snake, he turned his back [to flee], without looking back. ‘O Moses! ‘Do not be afraid. Indeed the apostles are not afraid before Me,
««•»»
Ayat ini adalah rentetan pembicaraan langsung antara Allah dan Musa di lembah suci Thuwa. Setelah Musa diangkat sebagai Nabi dan Rasul, Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkat yang dipegang tangan kanannya.
Ketika tongkat itu dilemparkan, Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor Jann, yaitu sejenis ular yang sangat gesit geraknya. Berubahlah tongkat itu menjadi ular. Tidak terlintas di hati Musa sedikitpun bahwa tongkatnya itu akan berubah menjadi ular, padahal dengan tongkat itu Musa dapat mengambil manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai penggembala kambing.
Hal ini dinyatakan Allah dalam firman-Nya:
قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَى غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَآرِبُ أُخْرَى
Musa berkata: "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya".
(QS. Thahaa [20]:18)
Ketika Musa melihat tongkatnya menjadi ular, dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh, karena merasa sangat takut.
Mengetahui hal demikian itu, Allah memanggil Musa agar jangan takut kepada ular, karena sesungguhnya orang yang diangkat jadi Rasul tidak patut takut di hadapan Allah.
Seruan Allah agar jangan takut ini didahului dengan perintah datang ke hadapan-Nya dan dijamin keamanannya.
Maka Allah menegaskan dengan firman-Nya:
يَا مُوسَى أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ
Hai Musa datanglah kepada-Ku, dan janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman
(QS. Al Qasas [28]:31)
Selain itu, disuruh Nya Musa memegang ular itu, agar kembali menjadi tongkat lagi. Firman Allah SWT:
قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الْأُولَى
Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula.
(QS. Tahaa [20]:21)
Ini merupakan mukjizat yang pertama bagi Musa.
Adapun orang takut kepada Allah ialah orang-orang yang berbuat zalim, yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Zalim berupa, zalim terhadap diri sendiri, zalim terhadap orang lain, demikian pula terhadap makhluk-makhluk Allah lain.
Orang yang sungguh-sungguh bertobat kepada Allah, tidak akan berbuat zalim lagi, kemudian mengiringinya dengan perbuatan baik, tidak perlu takut menghadapi Allah SWT. Hal ini merupakan kabar gembira bagi mereka dan juga bagi seluruh umat manusia, sebagaimana perilaku para tukang sihir Firaun yang beriman kepada Musa sebagai utusan Allah. Siapa saja yang berbuat dosa, kemudian menghentikan diri dari perbuatan-perbuatan tersebut dan bertobat kepada Allah, maka Allah akan menerima tobatnya.
Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
(QS. Thahaa [20]:82)
Dan firman-Nya lagi:
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. An Nisa [4]:110)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan lemparkanlah tongkatmu") Musa melemparkannya. (Tatkala Musa melihat tongkatnya bergerak-gerak) bergerak ke sana dan ke mari (seperti seekor ular yang gesit) ular yang sangat besar tapi gesit gerakannya (larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh) karena takut. Allah swt. berfirman, ("Hai Musa! Janganlah kamu takut) oleh ular itu. (Sesungguhnya tidak takut di hadapan-Ku) yakni di sisi-Ku (orang-orang yang dijadikan Rasul) mereka tidak takut oleh ular dan selainnya.
««•»»
Throw down your staff’, and he threw it down. And when he saw it wriggling, moving, like a serpent, a slender snake, he turned his back in flight and did not come back. God, exalted be He, says: ‘O Moses, do not fear, it. Surely in My presence, before Me, the messengers do not fear, any snake or otherwise,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 9]•[AYAT 11]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#27:10

Tidak ada komentar:
Posting Komentar