Senin, 20 April 2015

[027] An Naml Ayat 018

««•»»
Surah An Naml 18

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِي النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
««•»»
hattaa idzaa ataw 'alaa waadi alnnamli qaalat namlatun yaa ayyuhaa alnnamlu udkhuluu masaakinakum laa yahthimannakum sulaymaanu wajunuuduhu wahum laa yasy'uruuna
««•»»
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
««•»»
When they came to the Valley of Ants, an ant said, ‘O ants! Enter your dwellings, lest Solomon and his hosts should trample on you while they are unaware.’
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa pada suatu ketika Sulaiman as berjalan dengan tentaranya pada suatu daerah yang menurut Qatadah daerah itu merupakan suatu daerah di lembah Syam. Dalam keadaan yang demikian, tiba-tiba Sulaiman mendengar suara raja semut yang memerintahkan kepada rakyatnya agar mereka semuanya segera memasuki liangnya masing-masing, agar tidak terinjak oleh Sulaiman dan balatenteranya. Sulaiman dan tentaranya akan menginjak mereka tanpa menyadarinya, karena tubuh mereka amat kecil. Sehingga Sulaiman dan balatentaranya tidak melihat mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sehingga apabila mereka sampai di lembah semut) yaitu di kota Thaif atau di negeri Syam; yang dimaksud adalah semut-semut kecil dan semut-semut besar (berkatalah seekor semut) yaitu raja semut, sewaktu melihat bala tentara Nabi Sulaiman, ("Hai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarang kalian, agar kalian tidak diinjak) yakni tidak terinjak-injak (oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari") semut dianggap sebagai makhluk yang dapat berbicara, mereka melakukan pembicaraan sesama mereka.
««•»»
When they came to the Valley of the Ants — which is [located] either in Tā’if or in Syria, and whose ants are either small or large — an ant, the queen ant, who had seen Solomon’s hosts, said, ‘O ants, enter your dwellings, lest Solomon and his hosts crush you while they are unaware!’ — the ants are likened to rational beings in their use of the latter’s speech.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:18

[027] An Naml Ayat 017

««•»»
Surah An Naml 17

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ
««•»»
wahusyira lisulaymaana junuuduhu mina aljinni waal-insi waalththhayri fahum yuuza'uuna
««•»»
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
««•»»
[Once] Solomon’s hosts were marched out for him, comprising jinn, humans, and birds, and they were held in check.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Sualaiman as telah dapat membentuk suatu bala tentara yang terdiri dari berbagai macam-macam jenis makhluk Allah, seperti jin, manusia, burung-burung dan binatang-binatang yang lain yang setiap saat dapat dikerahkan untuk memerangi orang-orang yang tidak mau mengindahkan seruannya. Semua tentara tersusun rapi , bersatu dan berkumpul di bawah pimpinannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan dihimpunkan) dapat dikumpulkan (untuk Sulaiman bala tentaranya dari golongan jin, manusia dan burung-burung) di dalam perjalanan yang dilakukannya (lalu mereka diatur dengan tertib) yakni dikumpulkan, kemudian digerakkan dengan teratur dan tertib.
««•»»
And, on one journey, Solomon’s hosts of jinn and humans and birds stood assembled for him as they were being arrayed, brought together [in groups] and marshalled.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:17

[027] An Naml Ayat 016

««•»»
Surah An Naml 16

وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ
««•»»
wawaritsa sulaymaanu daawuuda waqaala yaa ayyuhaa alnnaasu 'ullimnaa manthiqa alththhayri wauutiinaa min kulli syay-in inna haadzaa lahuwa alfadhlu almubiinu
««•»»
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud {1093}, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".
{1093} Maksudnya Nabi Sulaiman menggantikan kenabian dan kerajaan Nabi Daud a.s. serta mewarisi ilmu pengetahuannya dan kitab Zabur yang diturunkan kepadanya.
««•»»
Solomon inherited from David, and he said, ‘O people! We have been taught the speech of the birds, and we have been given out of everything. Indeed this is a manifest advantage.’
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Sulaiman as, putra Daud menggantikan bapaknya Daud, sebagai Kepala Pemerintahan dan sebagai Rasul Allah. Menurut Ibnu `Atiyyah: "Daud adalah raja dan Rasul Allah, yang diutus Nya kepada Bani Israel jabatan ini dipegang oleh Sulaiman setelah bapaknya itu meninggal dunia. Karena Sulaiman menerima kedua jabatan itu setelah bapaknya meninggal dunia, maka disebutlah dalam ayat ini "Dan Sulaiman telah mewarisi Daud".

Menurut Al-Kalbi: "Nabi Daud mempunyai 19 orang anak laki-laki. Dari anaknya yang 19 itu, hanyalah Sulaiman sendiri yang mewarisi dari bapaknya ilmu pengetahuan dan kesanggupan mengendalikan pemerintahan. Karena itu pulalah beliau yang menggantikan bapaknya (setelah bapaknya meninggal dunia) sebagai Kepala Negara dan kemudian Allah mengangkatnya pula menjadi Rasul.

Menurut Ensiklopedi, Nabi Daud diangkat ,menjadi raja pada tahun 1.002 sebelum Masehi, di waktu beliau berumur 37 tahun ( beliau dilahirkan pada tahun 1.039 sebelum Masehi). Meninggal dunia 962 Sebelum Masehi. Memegang pusat pemerintahan selama 40 tahun, yaitu 7 tahun di Hebron dan 33 tahun di Yarusalem.

Sebelum meninggal beliau menunjuk putranya yang bernama Sulaiman menjadi raja sesudahnya. Beliau meninggal setelah memberikan nasihat-nasihat dan pesan-pesan yang amat berharga kepada Sulaiman, antara lain agar melakukan ibadah kepada Allah, memelihara segala hukum, undang-undang, syariat dan firman Allah, sesuai dengan yang tersebut dalam Taurat Musa dan sebagai tempat beribadah kepada Allah agar Nabi Sulaiman mendirikan sebuah Haikal. Maka setelah Nabi Daud meninggal dunia mulailah Sulaiman memegang tampuk pemerintahan yaitu pada tahun 961 sebelum Masehi.

Sebagai seorang raja dan Nabi, semua nasihat-nasihat dan pesan-pesan Nabi Daud itu dilaksanakan dengan baik, maka stabil dan mantaplah kerajaan di tangannya, sampai beliau meninggal dunia pula, yaitu pada tahun 962 sebelum Masehi. (Lihat Encyclopedia America, Jilid 8, hal. 526 Judul David et Tarikh as Siyasi Oleh Al Ustaz Muhammad Fakhruddin)

Di samping Sulaiman mewarisi kerajaan, ilmu pengetahuan, kenabian dan kitab Zabur dari bapaknya, maka Sulaiman dianugerahi Allah pula dengan beberapa keutamaan yang lain, karena Itu dia bersyukur kepada Allah dengan mengatakan: "Wahai sekalian manusia, Allah SWT telah menganugerahkan kepada kami pengertian dan pengetahuan tentang suara burung dan diberi segala sesuatu yang diperlukan. Sesungguhnya semua benar-benar suatu yang nyata".

Nabi Sulaiman as dengan kekuatan dan kesanggupan yang telah diberikan Allah kepadanya, telah dapat memahami suara-suara binatang-binatang yang lain, selain dari suara burung. Dalam ayat ini dikhususkan menyebutkan bahwa Sulaiman memahami suara burung adalah karena burung adalah tentara khusus Nabi Sulaiman yang mempunyai keistimewaan khusus pula, seperti yang telah dilakukan oleh burung hud-hud.

Sebagaimana diketahui bahwa binatang yang mempunyai suara sebagai bahasa isyarat yang berlaku di antara mereka. Suara-suara itu kedengarannya dalam bentuk dan nada yang bermacam-macam, seperti suara dalam keadaan riang berbeda dengan suara burung dalam keadaan ketakutan. Suara kambing betina yang kehilangan anaknya berlainan dengan suara dikejar atau diterkam binatang buas. Nabi Sulaiman as mengetahui maksud suara-suara binatang itu dengan kekuatan perasaan dan ilmu pengetahuan yang telah dilimpahkan Allah kepadanya.

Menurut Baidawi: "Barangkali Sulaiman, apabila mendengar suara-suara burung, ia mengetahui makna dan maksud suara-suara itu dengan kekuatan perasaan, sesuai dengan maksud burung-burung itu."

Dan diterangkan pula bahwa Allah SWT telah melimpahkan kepada Sulaiman segala macam kesanggupan dan segala sesuatu yang diperlukannya untuk mengendalikan pemerintahan negaranya, sehingga pada masanya itu adalah masa kejayaan Bani Israel.

Sebagian ahli tafsir menafsirkan ayat: "Wa utina min kulli syai'in" (dan diberi segala sesuatu yang diperlukan), maksudnya ialah Allah SWT telah menganugerahkan kepada Sulaiman hikmah harta yang berlipat ganda, kekuatan yang besar dan luas sebagai seorang raja menundukkan jin, manusia, burung dan binatang-binatang yang lain.

Karena nikmat yang telah dilimpahkan Allah itu, maka Nabi Sulaiman as bersyukur kepada Tuhan dengan menyatakan bahwa segala nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya, baik yang berupa pengetahuan, pemberian, keutamaan dan sebagainya adalah suatu keistimewaan yang telah diberikan Allah kepada beliau yang telah melebihkannya dari manusia-manusia yang lain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Sulaiman telah mewarisi Daud) yakni kenabian dan ilmunya tidak kepada putra-putra Nabi Daud yang lainnya (dan dia berkata, "Hai manusia! Kami telah diberi pengertian tentang ucapan burung) yakni ia memahami suara-suaranya dan apa yang dimaksudnya (dan kami diberi segala sesuatu) sebagaimana yang telah diberikan kepada para nabi dan para raja. (Sesungguhnya ini) semua yang diberikan ini (benar-benar satu karunia yang nyata").
««•»»
And Solomon inherited from David, prophethood and knowledge exclusively from among all his other children; and he said, ‘O people, we have been taught the speech of the birds, that is, the ability to understand their sounds, and we have been given of all things, given to prophets and kings. Indeed this, gift, is the manifest, the evident, favour’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:16

[027] An Naml Ayat 015

««•»»
Surah An Naml 15

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ
««•»»
walaqad aataynaa daawuuda wasulaymaana 'ilman waqaalaa alhamdu lillaahi alladzii fadhdhalanaa 'alaa katsiirin min 'ibaadihi almu/miniina
««•»»
Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman".
««•»»
Certainly We gave David and Solomon knowledge, and they said, ‘All praise belongs to Allah, who granted us an advantage over many of His faithful servants.’
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT telah menganugerahkan kepada Nabi Daud dan kepada putranya Nabi Suliaman as ilmu pengetahuan, baik yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan ketuhanan dan syariat-syariatnya, maupun yang berhubungan dengan pengetahuan umum, seperti kemampuan memimpin dan mengatur bangsanya.

Kedua Nabi ini tidak saja memiliki pengetahuan-pengetahuan itu, tetapi juga mengamalkan dengan baik, maka ilmu pengetahuan yang dipunyai oleh masing-masing Nabi itu berfaedah bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat dan umatnya, di dunia dan di akhirat kelak.

Karena memperoleh nikmat yang tidak terhingga dari Allah itu keduanya mensyukuri nikmat dengan mengucapkan: "Alhamdu lillahil lazi faddalana alakasirin min ibadihil mu'minin" (artinya): "segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba yang beriman"

Sikap Nabi Daud dan Nabi Sulaiman dalam menerima nikmat Allah itu, suatu sikap yang terpuji. Karena itu para ulama menganjurkan agar kaum Muslimin meneladani sikap seorang hamba mengucapkan "hamdalah" ("alhamdu lillahi" segala puji bagi Allah). Hal ini berarti bahwa hamba yang menerima nikmat itu, benar-benar merasakan bahwa yang diterimanya itu benar-benar merupakan pernyataan kasih sayang Allah kepadanya dan ia merasa bahwa ia benar-benar memerlukan nikmat Allah itu. Tanpa nikmat itu ia tidak akan hidup dan merasakan kebahagiaan:

Allah SWT berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
(QS. Ibrahim: 7)

Nabi Daud as mulai memerintah di Palestina kira-kira 250 (dua ratus lima puluh) tahun setelah wafatnya Nabi Musa.

Di dalam sejarah diterangkan bahwa sebelum Nabi Musa meninggal dunia, dia telah mengangkat pengikutnya yang setia, Yaitu Yusya' bin Nun menjadi penggantinya. Setelah Nabi Musa wafat pada tahun 1.250 Sebelum Masehi dalam usia 100 tahun, (beliau dilahirkan tahun 1.350 Sebelum Masehi), Yusya' memimpin Bani Israel memasuki Palestina. Bani Israel di bawah pimpinan Yusya' dapat menaklukkan kota demi kota di Palestina itu.

Akhirnya seluruh Palestina dapat mereka taklukkan. Ada 31 orang raja-raja di Palestina, kesemuanya telah takluk di bawah kekuasaan Bani Israel.

Kemudian oleh Yusya' diadakan perbaikan-perbaikan dalam negeri. Diangkatnya hakim-hakim atau qadi-qadi dan ditentukannya pekerjaan dan tempat masing-masing qadi itu. Yang menjadi sumber hukum adalah syariat Musa as, di samping itu Yusya' sendiripun membuat undang-undang dan peraturan-peraturan yang tidak menyimpang dari syariat Musa as.

Dengan adanya perbaikan-perbaikan itu Bani Israel telah mempunyai pemerintahan yang kuat. Yusya' dapat memimpin Bani Israel dengan baik sampai ia wafat. Akan tetapi sesudah wafatnya Yusya' tidak terdapat lagi pemerintahan yang kuat di Palestina, sering terjadi peperangan antara Bani Israel dengan kabilah-kabilah yang tadinya sudah ditaklukkan, kemudian mereka bersatu kembali.

Sampai saat itu Bani Israel belum mempunyai seorang raja yang akan mempersatukan mereka dan mengikat mereka dalam suatu pimpinan dan pemerintahan.

Mereka hidup di bawah pemerintahan hakim-hakim (qadi) yang masing-masing memerintah sendiri-sendri. Di bawah pimpinan para hakim yang bercerai-berai itulah Bani Israel melawan musuh yang telah menguasai kampung halaman dan anak-anak mereka.

Oleh karena itu mereka selalu kalah dalam peperangan-peperangan itu dan kerap kali ditawan, dan jatuh ke bawah kekuasaan kabilah-kabilah yang memeranginya, dan mereka terpaksa membayar upeti.

Oleh karena itu mereka meminta kepada Nabi Syamuil, yang juga menjabat sebagai kadi agar mengangkat raja yang akan memimpin mereka berperang di jalan Allah melawan musuh-musuh itu.

Di dalam surah Al Baqarah ayat 246-252, telah diterangkan bahwa Nabi Syamuil mengatakan kepada Bani Israel bahwa Allah SWT akan mengangkat Thalut menjadi raja bagi Bani Israel, Thalut ini disebut Syamul atau Syaul'.

Karena Bani Israel tidak mempercayai berita-berita tersebut, maka Syamuil menyatakan bahwa sebagai bukti kebenaran berita itu ialah: "Tabut" (Sebuah peti pusaka Bani Israel yang berisi Taurat dan barang-barang peninggalan Nabi Musa a.s. dan Nabi Harun a.s.) akan kembali kepada Bani Israel dan orang-orang 'Amaliqah akan mengembalikannya tanpa peperangan.

Dengan kembalinya tabut ini , barulah Bani Israel tunduk, dan menerima Thalut sebagai raja bagi mereka. Dia diangkat menjadi raja pada tahun 1.020 sebelum Masehi. Dengan demikian Thalut ini adalah raja yang pertama bagi Bani Israel.

Tatkala raja Talut bersama tentaranya telah berhadap-hadapan dengan tentara Amaliqah, mak, Jalut (Goliat) raja 'Amaliqah, meminta kepada Talut agar diadakan perang tanding antara salah seorang dari orang-orang 'Amaliqah dengan salah seorang dari Israel. Dari pihak 'Amaliqah, perang tanding itu akan diwakili oleh raja mereka sendiri, yaitu raja Jalut. Raja Jalut adalah seorang yang bertubuh besar lagi tinggi dan perkasa, terkenal kuat dan pandai perang tanding.

Di samping itu Ia diperlengkapi dengan baju besi dan perlengkapan perlengkapan perang tanding yang lain. Karena itu orang-orang Bani Israel takut dan gentar menghadapinya. Mereka telah merasa diri mereka akan kalah menghadapinya. Dalam keadaan yang demikian itulah tampil seorang yang bernama Daud menjawab tantangan Jalut itu.

Daud adalah seorang peternak kambing yang ikut berperang di pihak TaIut, bertubuh biasa dan tidak tampak pada dirinya bahwa ia adalah seorang yang biasa melakukan perang tanding, sesuai dengan yang dikehendaki Jalut. Karena Jalut memandang enteng Daud, dan ia merasa yakin akan dapat dengan mudah mengalahkan Daud.

Setelah diadakan perang tanding antara Talut dan Daud dan terjadi perkelahian Daud dapat mengalahkan Jalut yang sombong itu. Kemenangan Daud atas Jalut disambut oleh Talut dan tentaranya dengan penuh kegembiraan karena kemenangan itu berarti kemenangan tentara Talut atas tentara Jalut.

Sejak waktu itulah Talut menyayangi Daud dan mengawinkan salah seorang putrinya dengan Daud. Setelah Jalut meninggal dunia, maka Daud diangkat menjadi raja Bani Israel menggantikan Talut mertuanya itu. Kemudian Allah SWT mengangkatnya pula sebagai Nabi dan Rasul yang diutusnya kepada Bani Israel.

Dengan demikian Nabi Daud as memegang dua jabatan, yaitu jabatan sebagai kepala negara dan jabatan sebagai pesuruh Allah menyampaikan agama-Nya kepada Bani Israel. Sebagai seorang Kepala Negara dan sebagai seorang Rasul Allah, maka orang itu harus mempunyai ilmu yang cukup luas di samping harus mempunyai bakat sebagai seorang pemimpin.

Maka Allah SWT menganugerahkan kepada Nabi Daud as segala macam ilmu yang diperlukan itu. Di antara keutamaan dan ilmu yang dikaruniakan Allah SWT kepada Daud as itu ialah:
  1. Allah SWT menundukkan kepada Daud as gunung dan burung. Gunung dan burung itu bertasbih bersama Daud pagi dan petang. Allah berfirman: إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ (18) وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ Artinya: Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi. Dan (Kami menundukkan burung-burung dalam keadaan berkumpul. Masing-masingnya amat taat (kepada Allah) (QS. Shaad [38]:18-19)
  2. Allah SWT mnganugerahkan kepada Daud as pengetahuan melunakkan besi, sehingga dengan pengetahuan itu ia dapat membuat baju besi dan keperluan-keperluan lain, untuk menguatkan pemerintahan dan kerasulannya. Allah berfirman: وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ Artinya: "dan Kami telah melunakkan besi untuknya (Daud)." (QS. Saba [34]:10)
  3. Allah SWT telah menguatkan kerajaannya dan menganugerahkannya hikmah dan kebijaksanaan, sehingga ia dapat menyelesaikan dengan mudah perselisihan-perselisihan dan perkara yang diajukan kepadanya. Allah SWT berfirman: وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ Artinya: Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan". (QS. Shaad [38]:20)
  4. Allah SWT menurunkan kepadanya kitab Zabur, sehingga beliau termasuk salah seorang dari empat orang Rasul yang telah diturunkan kitab kepadanya. Allah SWT berfirman: وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَى بَعْضٍ وَآتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian Nabi-nabi atas sebagian (yang lain) dan Kami berikan Zabur kepada Daud".(QS. Al Isra' [17]:55)
  5. Allah SWT memberikan kesanggupan kepadanya memahami pembicaraan burung, sebagaimana yang diterangkan pada ayat berikut.
  6. Allah SWT mengokohkan dan menguatkan kerajaannya. Allah berfirman: وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ, artinya"Dan Kami kuatkan kerajaannya." (QS. Shaad [38]:20)
Menurut Al Baidawi yang dimaksud dengan firman Allah: "Dan Kami kuatkan kerajaannya" ialah: "Kami (Allah) telah menguatkan dengan kekebalan, memenangkan peperangannya dan banyak mempunyai tentara.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Daud dan Sulaiman) yakni anak Daud (ilmu) tentang peradilan di antara manusia dan bahasa burung serta lain-lainnya (dan keduanya mengucapkan) sebagai tanda syukur mereka kepada Allah, ("Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami) dengan kenabian dan ditundukkannya jin, manusia dan setan-setan (dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman").
««•»»
And verily We gave David and Solomon, his son, knowledge, of rendering [decisive] judgement between people, and [knowledge] of the speech of birds and of other things, and they said, giving thanks to God, ‘Praise be to God Who has favoured us, with prophethood and the disposal of jinn, humans and devils [to our service], over many of His believing servants’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:15

Senin, 06 April 2015

[027] An Naml Ayat 014

««•»»
Surah An Naml 14

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
««•»»
wajahaduu bihaa waistayqanat-haa anfusuhum zhulman wa'uluwwan faunzhur kayfa kaana 'aaqibatu almufsidiina
««•»»
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.
««•»»
They impugned them —though they were convinced in their hearts— wrongfully and defiantly. So observe how was the fate of the agents of corruption!
««•»»

Mereka mendustakan bukti-bukti tersebut dengan perkataan, sedang hati kecilnya membenarkan bahwa Musa utusan Allah. Mereka ingkar, karena dipenuhi dengan sifat zalim dan rasa sombong, serta tidak mau mengikuti kebenaran, meskipun hati mereka yakin kepada Musa sebagai utusan Allah. Sikap mereka yang takabur, sombong dan tinggi hati,

diterangkan Allah dalam firman-Nya:
فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ
"... mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong".
(QS. Al Mu'minun [23]:46)

Hal ini merupakan peringatan bagi Muhammad dan umatnya, sehingga mereka diseru untuk memperhatikan akibatnya yang dialami Firaun dan kaumnya, yaitu binasa tenggelam di laut,

Sebagaimana Allah berfirman:
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ
Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu
(QS. Al A'raaf [7]:136)

Selain itu, juga peringatan bagi orang-orang yang mendustakan Muhammad, bahwa mereka akan menerima akibat yang sama seperti orang-orang dahulu yang mendustakan ajaran-ajaran Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka mengingkarinya) maksudnya mereka tidak mengakuinya sebagai mukjizat (padahal) sesungguhnya (hati mereka meyakininya) bahwa hal itu semuanya datang dari sisi Allah dan bukan ilmu sihir (tetapi kelaliman dan kesombonganlah) yang mencegah mereka dari beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Musa itu, karenanya mereka ingkar. (Maka perhatikanlah) hai Muhammad (betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan itu) sebagaimana yang kamu ketahui, yaitu mereka dibinasakan.
««•»»
And they denied them, they did not affirm them, though, in reality, their souls had been convinced, in other words, [though] they were certain that these [signs] were from God, wrongfully and arrogantly, in defiance of believing in what Moses had brought ([these two adverbs] refer back to [the cause of] their denial). So behold, O Muhammad (s), how was the sequel for the agents of corruption, [a sequel] which you know: they were destroyed.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:14

[027] An Naml Ayat 013

««•»»
Surah An Naml 13
فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ آيَاتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
««•»»
falammaa jaa-at-hum aayaatunaa mubshiratan qaaluu haadzaa sihrun mubiinun
««•»»
Maka tatkala mu'jizat-mu'jizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: "Ini adalah sihir yang nyata".
««•»»
But when Our signs came to them, as eye-openers, they said, ‘This is plain magic.’
««•»»

Tatkala Musa berhadapan dengan Firaun, Firaun mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan. Firaun minta bukti kepada Musa bahwa ia utusan Allah. Musa sebagai utusan Allah, memberi bukti dengan melemparkan tongkatnya yang kemudian menjadi ular bergerak dengan gesit, kemudian memasukkan tangannya ke ketiaknya melalui belahan leher bajunya, lalu dikeluarkannya, maka tangannya menjadi putih bersinar cemerlang bagi orang-orang yang melihatnya.

Kedua bukti ini sangat jelas menjadi saksi nyata bahwa Musa benar-benar utusan Allah. Tetapi mereka menghindari bukti-bukti tersebut dan berkata bahwa hal itu adalah sihir semata-mata.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka) tampak dengan cemerlang lagi jelas (berkatalah mereka, "Ini adalah sihir yang nyata") yakni jelas ilmu sihirnya.
««•»»
But when Our signs came to them plain to see, illuminating and clear, they said, ‘This is manifest sorcery’, clear and evident [sorcery].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:13