Senin, 06 April 2015

[027] An Naml Ayat 014

««•»»
Surah An Naml 14

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
««•»»
wajahaduu bihaa waistayqanat-haa anfusuhum zhulman wa'uluwwan faunzhur kayfa kaana 'aaqibatu almufsidiina
««•»»
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.
««•»»
They impugned them —though they were convinced in their hearts— wrongfully and defiantly. So observe how was the fate of the agents of corruption!
««•»»

Mereka mendustakan bukti-bukti tersebut dengan perkataan, sedang hati kecilnya membenarkan bahwa Musa utusan Allah. Mereka ingkar, karena dipenuhi dengan sifat zalim dan rasa sombong, serta tidak mau mengikuti kebenaran, meskipun hati mereka yakin kepada Musa sebagai utusan Allah. Sikap mereka yang takabur, sombong dan tinggi hati,

diterangkan Allah dalam firman-Nya:
فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ
"... mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong".
(QS. Al Mu'minun [23]:46)

Hal ini merupakan peringatan bagi Muhammad dan umatnya, sehingga mereka diseru untuk memperhatikan akibatnya yang dialami Firaun dan kaumnya, yaitu binasa tenggelam di laut,

Sebagaimana Allah berfirman:
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ
Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu
(QS. Al A'raaf [7]:136)

Selain itu, juga peringatan bagi orang-orang yang mendustakan Muhammad, bahwa mereka akan menerima akibat yang sama seperti orang-orang dahulu yang mendustakan ajaran-ajaran Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka mengingkarinya) maksudnya mereka tidak mengakuinya sebagai mukjizat (padahal) sesungguhnya (hati mereka meyakininya) bahwa hal itu semuanya datang dari sisi Allah dan bukan ilmu sihir (tetapi kelaliman dan kesombonganlah) yang mencegah mereka dari beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Musa itu, karenanya mereka ingkar. (Maka perhatikanlah) hai Muhammad (betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan itu) sebagaimana yang kamu ketahui, yaitu mereka dibinasakan.
««•»»
And they denied them, they did not affirm them, though, in reality, their souls had been convinced, in other words, [though] they were certain that these [signs] were from God, wrongfully and arrogantly, in defiance of believing in what Moses had brought ([these two adverbs] refer back to [the cause of] their denial). So behold, O Muhammad (s), how was the sequel for the agents of corruption, [a sequel] which you know: they were destroyed.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar