Minggu, 21 Juni 2015

[027] An Naml Ayat 026

««•»»
Surah An Naml 26

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
««•»»
allaahu laa ilaaha illaa huwa rabbu al'arsyi al'azhiimi
««•»»
Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar".
««•»»
Allah—there is no god except Him— is the Lord of the Great Throne.’
««•»»

Selanjutnya Hud-hud mengatakan bahwa, sebenarnya Allah lah yang berhak disembah. Dialah yang mempunyai `Arasy yang besar, mempunyai kekuasaan yang mutlak, tak ada sesuatupun yang dapat mengatasinya.

Nabi Sulaiman as heran dan tercengang mendengar keterangan dan tanggapan burung Hud-hud itu. Kenapa burung itu sanggup dalam waktu yang singkat mengetahui keadaan negeri Saba', tata cara pemerintahannya, kekayaan dan pengaruhnya, dan mengetahui pula agama yang mereka anut. Burung Hud-hud juga tahu dan meyakini kekuasaan dan keesaan Allah, mengikuti bahwa Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah semata, tidak ada yang lain. Menyembah matahari adalah kepercayaan yang batil, dan mengakui pula macam perbuatan yang baik menurut agama dan perbuatan yang tidak baik. Dari ayat ini dipahami bahwa berdasar pengetahuan dan pengalamannya di negeri Saba' itu, seakan-akan burung Hud-hud itu menganjurkan kepada Nabi Sulaiman as agar beliau segera menyeru ratu Balqis dan rakyatnya untuk beriman kepada Allah dan mengikuti seruan Nabi Sulaiman as.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Allah, tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan hanya Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang besar") ayat ini merupakan jumIah Isti`naf, dimaksud sebagai pujian yang menyangkut pula di dalamnya sebutan Arasy Tuhan Yang Maha Penyayang sebagai imbangan dari arasy ratu Balqis, sekalipun perbedaan antara keduanya jauh sekali.
««•»»
God — there is no god except Him, the Lord of the Mighty Throne’ (this clause constitutes an [independent] new sentence, which is a eulogy comprising [praise of] the Throne of the Compassionate One to counter the [description of the] throne of Bilqīs: between the two, however, is an unfathomable difference).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:26

[027] An Naml Ayat 025

««•»»
Surah An Naml 25

أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ
««•»»
allaa yasjuduu lillaahi alladzii yukhriju alkhaba-a fii alssamaawaati waal-ardhi waya'lamu maa tukhfuuna wamaa tu'linuuna
««•»»
Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi  1097  dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
««•»»
so that they do not prostrate themselves to Allah, who brings out the hidden in the heavens and the earth, and He knows whatever you hide and whatever you disclose.
««•»»

Setan telah dapat memalingkan mereka, sehingga hilanglah keyakinan dan kepercayaan akan kekuasaan dan keesaan Allah. Hilanglah dari pikiran mereka bahwa hanya Allah saja yang berhak disembah. Mereka tidak lagi mempercayai bahwa Allah mengetahui segala yang tersembunyi di langit dan di bumi, dan bahwa Dialah Allah yang melahirkan dan menimbulkan segala sesuatu, seperti tumbuh-tumbuhan, barang-barang logam yang tersembunyi di dalam bumi dan di dalam laut.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Agar mereka tidak menyembah Allah), ditambahkan An pada la yasjudu kemudian An di-idgamkan kepada la sehingga menjadi Alla Yasjudu perihalnya sama dengan lafal yang terdapat di dalam firman-Nya, `Lialla Ya`lama Ahlul Kitabi.` Bentuk asalnya La Ya`lama lalu ditambah An dan sebelum itu lam Ta`lil. Kedudukan Alla Yasjudu menjadi Maf`ul secara Mahal dari lafal Yahtaduna, yaitu dengan menggugurkan huruf Ila (Yang mengeluarkan apa yang terpendam) lafal Al Khab-a adalah Mashdar, yang maknanya apa-apa yang terpendam di dalam hujan dan tumbuh-tumbuhan (di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kalian sembunyikan) di dalam kalbu kalian (dan apa yang kalian nyatakan) melalui perkataan kalian.
««•»»
to prostrate themselves to God (allā yasjudū should be read as an yasjudū: the lā is extra and with it has been assimilated the nūn of an, similar to [the construction] where God says, li-allā ya‘lama ahlu’l-kitābi, so that the People of the Scripture may know [Q. 57:29]; the sentence functions as the direct object of yahtadūna, ‘guided’, whose ilā, ‘to’, has been omitted); [He] Who brings forth the hidden (al-khab’ is a verbal noun, with the same meaning as al-makhbū’, ‘that which is hidden’) of rain and plants, in the heavens and the earth, and He knows what they conceal, within their hearts, and what they proclaim, with their tongues.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:25

[027] An Naml Ayat 024

««•»»
Surah An Naml 24

وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ
««•»»
wajadtuhaa waqawmahaa yasjuduuna lilsysyamsi min duuni allaahi wazayyana lahumu alsysyaythaanu a'maalahum fashaddahum 'ani alssabiili fahum laa yahtaduuna
««•»»
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,
««•»»
I found her and her people prostrating to the sun instead of Allah, and Satan has made their deeds seem decorous to them —thus he has barred them from the way [of Allah], so they are not guided—
««•»»

Burung Hud-hud menerangkan kepada Nabi Sulaiman as agama yang dianut oleh kaum Saba'. Dalam penyampaian berita itu nampak burung Hud-hud telah menanggapi agama dan perbuatan-perbuatan penduduk negeri Saba' itu, dan diperbandingkannya dengan kepercayaan dan agama yang diyakini sebagai agama yang benar.

Hud-hud mengatakan: "Bahwa dia mendapati raja putri itu bersama kaumnya menyembah matahari sebagai Tuhan, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan maksiat yang bertentangan dengan agama yang benar. Mereka meIakukan yang demikian itu adalah karena setan telah berhasil memperdayakan mereka. Setan telah menjadikan baik dan indah menurut pikiran dan pandangan mereka perbuatan buruk yang dilarang Allah mengerjakannya. Mereka tidak lagi mengikuti ajaran-ajaran dan agama yang dibawa para Rasul dahulu. Mereka tidak lagi sujud kepada Allah, tetapi mereka sujud kepada matahari, karena itu mereka tidak mendapat petunjuk.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah dan setan telah menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan) yang benar (sehingga mereka tidak dapat petunjuk).
««•»»
I found her and her people prostrating to the sun instead of God, and Satan has adorned for them their deeds and he has barred them from the Way, from the path of truth, so that they are not guided.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 23][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:24

[027] An Naml Ayat 023

««•»»
Surah An Naml 23

إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ
««•»»
innii wajadtu imra-atan tamlikuhum wauutiyat min kulli syay-in walahaa 'arsyun 'azhiimun
««•»»
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita {1096} yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.
{1096} Yaitu ratu Balqis yang memerintah kerajaan Sabaiyah di zaman Nabi Sulaiman.
««•»»
I found a woman ruling over them, and she has been given everything, and she has a great throne.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa burung Hud-hud menyampaikan kepada Nabi Sulaiman as pengetahuan-pengetahuan dan pengalaman-pengalaman yang diperolehnya lama dalam perjalanan. Ia telah menemukan suatu negeri yang benar besar dan kaya raya yang diperintah oleh seseorang ratu yang cantik, yang mempunyai singgasana yang besar lagi indah.

Dalam ayat ini dipahami bahwa tiga hal mengenai negeri Saba' yang disampaikan oleh burung Hud-hud kepada Nabi Sulaiman as:
  1. Negeri Saba' itu diperintah oleh ratu cantik, yang memerintah negerinya dengan baik dan bijaksana.
  2. Ratu itu memerintah dengan perlengkapan yang cukup, yaitu segala sesuatu yang diperlukan dalam pemerintahan, seperti harta dan kekayaan, tentara yang kuat dan sebagainya.
  3. Ratu mempunyai singgasana yang indah lagi besar, yang menunjukkan kebesaran dan pengaruh kekuasaannya, baik terhadap rakyat maupun terhadap negeri-negeri yang berada di sekitarnya.
Menurut sejarah, Saba' adalah ibu kota kerajaan Saba' atau Sabaiyah. Kerajaan Saba' atau Sabaiyah ini didirikan oleh Saba' Yasyjub bin Ya'rub bin Qahtan yang menjadi cikal bakal penduduk Yaman tahun kurang lebih 955 Sebelum Masehi di Yaman. Nama kota Saba' terambil dari nama Saba' bin Yasyjub itu, begitu juga nama kerajaan Saba' atau Sabaiyah itu. Kota Saba' kemudian dikenal dengan nama "Ma`rib ", letaknya kurang lebih 96 Km sebelah laut timur San'a' yang sekarang.

Kaum Saba' itu termasyhur di dalam sejarah sebagai orang-orang yang bergerak dalam bidang perniagaan. Jalan-jalan perniagaan laut dan darat bertemu di negeri Yaman itu. Barang perniagaan itu dibawa dari timur jauh (Indonesia, Malaya, India, dan Cina) ke benua Barat dengan melai Persia, Yaman, Suriah, dan Mesir, dari Suriah dan Mesir diteruskan ke Eropa. Dengan demikian daerah Yaman merupakah sebuah mata rantai dari daerah rantai perniagaan yang menghubungkan benua timur dengan benua barat. Kaum Saba' memegang peranan yang besar dalam melancarkan perniagaan antara benua Timur dan benua barat itu. Negeri Yaman mempunyai armada laut dan kafilah-kafilah darat untuk mengangkut perniagaan itu, sedang kota Ma'rib di waktu itu merupakan suatu kota internasional.

Barang-barang yang diperniagakan ialah hasil bumi dan barang-barang kerajaan Timur Jauh itu, ditambah dengan hasil bumi negeri Yaman yang melimpah ruah, karena memang daerah Yaman adalah-daerah yang amat makmur. Di waktu kembali dari Eropah, Mesir dan Suriah saudagar-saudagar itu membawa tekstil ke Timur.

Kemakmuran negeri Yaman disebabkan adanya bendungan-bendungan air yang dibangun oleh raja-raja Sabaiyah itu. Di antaranya sebuah bendungan raksasa di kota Ma'rib yang dikenal dengan bendungan Ma'rib. Dengan adanya bendungan Ma'rib ini kaum Saba' dapat mengadakan irigasi yang teratur, yang menyebabkan daerah Yaman menjadi subur, dan mengeluarkan hasil yang melimpah sehingga Alquran sendiri menyebutkan bahwa kesuburan negeri Yaman itu adalah salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan.

Adapun wanita atau raja yang memerintah kaum Saba' yang disebutkan dalam ayat itu dikenal dengan nama "Balqis" yang masa pemerintahannya adalah semasa dengan pemerintahan Nabi Sulaiman as. Ia adalah putri dari Syurahil yang juga berasal dari keturunan Ya'rub bin Qahtan. Sekalipun Balqis adalah seorang wanita, namun ia sanggup membawa rakyat Saba' kepada kemakmuran dan ketenteraman. Ia adalah seorang yang dicintai oleh rakyatnya. Dalam sejarah dikenal dengan sebutan "Malikatus Saba'" (Ratu Saba': The Queen of Sheba).

Kerajaan Saba' ini lama juga hidupnya, kemudian oleh karena mereka berpaling dari seruan Tuhan dan mendustakan para Rasul dan tidak mensyukuri nikmat Allah, bahkan tenggelam dalam segala macam kenikmatan dan kemewahan hidup, maka Tuhan menghancurkan mereka dengan air bah yang amat besar. Air ini ditimbulkan dengan runtuhnya Saddu Ma'rib bendungan raksasa yang tadniya menjadi sumber kemakmuran negeri mereka. Dengan runtuhnya bendungan Ma'rib ini dan terjadinya air bah yang amat besar itu maka hancurlah kota Ma'rib, dan robohlah kerajaan Sabaiyah itu'.
(Lihat QS. Saba [34]:15-17)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka) dia adalah ratu mereka bernama Balqis (dan dia dianugerahi segala sesuatu) yang diperlukan oleh seorang raja, seperti perlengkapan senjata dan peralatan lainnya (serta mempunyai singgasana) tempat duduk raja (yang besar) panjangnya kira-kira delapan puluh hasta dan lebarnya empat puluh hasta, sedangkan tingginya tiga puluh hasta, semuanya terbuat dari emas dan perak, kemudian bertahtakan mutiara, batu permata yaqut merah, batu zabarjad yang hijau dan tiang-tiangnya terbuat dari yaqut merah, zabarjad yang hijau dan zamrud. Kemudian singgasana itu memiliki tujuh pintu masuk yang selalu dijaga dengan ketat sekali.
««•»»
I found a woman ruling over them, in other words, she was their queen, her name Bilqīs; and she has been given [an abundance] of all things, that kings might require, in the way of machines and instruments, and she possesses a great throne — its length was 80 cubits, its width 40 cubits, its height 30 cubits, and was made of gold and silver, encrusted with pearls, rubies, chrysolite, and emeralds, with its legs made of rubies, chrysolite and emeralds, containing seven [inner] doors, the door of each chamber shut.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:23

[027] An Naml Ayat 022

««•»»
Surah An Naml 22

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ
««•»»
famakatsa ghayra ba'iidin faqaala ahathtu bimaa lam tuhith bihi waji/tuka min saba-in binaba-in yaqiinin
««•»»
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba {1095} suatu berita penting yang diyakini.
{1095} Saba nama kerajaan di zaman dahulu, ibu kotanya Ma`rib yang letaknya dekat kota San`a ibu kota Yaman sekarang.
««•»»
He did not stay for long [before he turned up] and said, ‘I have alighted on something which you have not alighted on, and I have brought you from Sheba a definite report.
««•»»

Selang tidak beberapa lama, setelah mengeluarkan ancaman hukum mati untuk burung Hud-hud, burung itupun kembali dan Sulaiman pun menanyakan sebab-sebab kepergian burung Hud-hud yang tanpa pamit itu.

Burung Hud-hud itu menerangkan alasan kepergiannya, bahwa Ia telah pergi dan terbang mengarungi daerah yang jauh dan telah sampai kepada suatu negeri yang bernama Saba'. Ia telah mengetahui hal ihwal negeri itu yang Sulaiman sendiri belum mengetahuinya. Berita yang dibawanya itu adalah suatu berita penting serta dapat diyakini kebenarannya.

Burung Hud-hud telah menyampaikan berita penting itu kepada Nabi Sulaiman as sedemikian rupa, dengan kata-kata yang manis lagi hormat, enak didengar telinga, disertai dengan alasan-alasan yang kuat pula. Sehingga kemarahan Sulaiman kepada burung Hud-hud itu berangsur-angsur mencair dan meleleh, sehingga akhirnya menjadi hilang sama sekali. Bahkan dengan keterangan itu Nabi Sulaiman as telah mendapat sesuatu yang berharga, sehingga hukuman yang pernah diancamkannya itu tidak pernah dilaksanakannya.

Kesanggupan burung Hud-hud bepergian sejauh itu dan menyampaikan berita penting kepada Nabi Sulaiman itu adalah suatu perwujudan kekuasaan Allah dan ilham yang telah ditanamkan Nya ke dalam hati dan pikiran burung Hud-hud itu. Ia telah sanggup pergi dan terbang mengarungi daerah yang terletak antara negeri Palestina dan Yaman sekarang, suatu jarak yang cukup jauh, mengarungi daerah padang pasir yang sangat panas. Dan ia telah sanggup pula mengetahui dan mengerti keadaan negeri Saba dan dihubungkan pula dengan tugas Nabi Sulaiman as yang bertugas sebagai seorang kepala negara dan sebagai seorang Rasul Allah. Ia telah sanggup pula menyampaikan berita itu kepada Nabi Sulaiman dan memberikan kepadanya suatu pengertian yang baik pula, sehingga Nabi Sulaiman as langsung menanggapi berita yang dibawa burung Hud-hud itu.

Nabi Sulaiman adalah seorang Nabi dan Rasul, ia juga seorang raja yang bijaksana, yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan yang banyak. Ia mempunyai pengetahuan yang banyak di samping pengetahuan-pengetahuan yang lain yang mungkin hanya kepadanya saja diberikan Allah. Sedang burung Hud-hud hanyalah seekor burung yang tidak mempunyai arti sama sekali, bila dibanding dengan apa yang ada dan dimiliki oleh Nabi Sulaiman as. Sekalipun demikian ada pengetahuan burung Hud-hud yang belum diketahui oleh Nabi Sulaiman dalam melaksanakan tugasnya sebagai raja, terutama pula dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah. Dalam menghadapi burung Hud-hud, baik burung itu dalam keadaan bersalah karena telah pergi tanpa pamit, maupun burung itu sebagai sumber dan pembawa berita penting. Nabi Sulaiman telah bersikap dengan sikap wajar, sebagai seorang hamba Allah.

Kisah Nabi Sulaiman as dan burung Hud-hud ini, hendaknya menjadi tamsil dan ibarat bagi manusia, terutama bagi orang-orang yang telah mengaku dirinya beriman kepada Allah. Janganlah hendaknya seseorang merasa sombong dan takabur, karena pengetahuan, kekuasaan dan kekayaan yang telah diberikan Allah kepada mereka. Yang diberikan itu walau berapapun banyaknya menurut dugaan seseorang, namun yang diperoleh itu hanyalah sedikit sekali bila dibanding dengan pengetahuan, kekuasaan dan kekayaan yang ada pada Nya. Karena itu jangan sekali-kali menganggap rendah, enteng dan hina sesuatu atau seseorang. Kemungkinan Allah SWT telah memberikan kepada sesuatu yang dianggap hina dan rendah itu, sesuatu yang tidak dipunyai oleh orang lain, yang ada pada suatu saat akan diperlukan untuk sesuatu keperluan dan kepentingan yang amat besar, sebagaimana yang telah dianugerahkan Nya kepada burung Hud-hud. Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan memuliakan manusia.

Karena itu hendaklah manusia hidup berkasih-kasihan, tolong-menolong dan saling menghormati antara sesama manusia. Tirulah sikap Nabi Sulaiman as kepada burung Hud-hud, dia selalu mengasihi dan menghormatinya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka diamlah Nabi Sulaiman) dapat dibaca Famakutsa dan Famakatsa (dalam waktu yang tidak lama) tidak lama setelah itu datanglah burung Hud-hud ke hadapan Nabi Sulaiman seraya merendahkan diri, yakni dengan mengangkat kepalanya dan merendahkan kedua sayap dan ekornya. Akhirnya Nabi Sulaiman memaafkannya, lalu Nabi Sulaiman menanyakan kepadanya tentang apa yang ia jumpai selama ketidakhadirannya itu (Hud-hud berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya) yakni aku telah menyaksikan apa yang belum pernah kamu saksikan (dan kubawakan kepadamu dari negeri Saba) dapat dibaca Saba-in dan Saba-a nama suatu kabilah yang diam di negeri Yaman. Mereka dinamakan dengan nama kakek moyangnya. Berdasarkan ketentuan ini lafal Saba menerima Tanwin (suatu berita) yakni kabar (yang diyakini).
««•»»
He said, ‘Assuredly I will chastise him with a severe chaBut he did not remain (read fa-makutha or fa-makatha) long [in absence], in other words, [he was away only] for a short while, and came to Solomon humbly, with his head up and his wings and tail lowered. Solomon pardoned him and asked him about what he had encountered during his absence: and he said, ‘I have discovered something of which you have no knowledge, and I have brought you from Sheba (this may be read in declined form [min Saba’in] or left as indeclinable [min Saba’a]) — a tribe in Yemen, whose name is taken from the name of one of their ancestors (which is also the reason why it may be declined) — a verified report.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 21][AYAT 23]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of93
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=27&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#27:22